DEFINISI DESAIN
Desain biasa diterjemahkan sebagai
seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah
kalimat, kata "desain" bisa digunakan, baik sebagai kata benda maupun
kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki arti "proses
untuk membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata benda,
"desain" digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses
kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk benda
nyata.Proses desain pada umumnya
memperhitungkan aspek fungsi, estetika, dan berbagai macam aspek lainnya dengan
sumber data yang didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari
desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara umum) juga
dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah "perancangan
proses". Salah satu contoh dari perancangan proses adalah perancangan
proses dalam industri kimia. Penggunaan istilah design atau
desain bermula dari gambar teknik arsitektur (gambar potong untuk bangunan)
serta di awal perkembangan, istilah desain awalnya masih berbaur dengan seni
dan kriya. Di mana, pada dasarnya seni adalah suatu pola pikir untuk membentuk
ekpresi murni yang cenderung fokus pada nilai estetis dan pemaknaan secara
privasi. Sedangkan desain memiliki pengertian sebagai suatu pemikiran baru atas
fundamental seni dengan tidak hanya menitik-beratkan pada nilai estetik, namun
juga aspek fungsi dan latar industri secara massa, yang memang pada realitanya
pengertian desain tidak hanya digunakan dalam dunia seni rupa saja, namun juga
dalam bidang teknologi, rekayasa, dll.
PRINSIP-PRINSIP DESAIN
Ada 7 prinsip dalam desain yaitu :
- Keseimbangan
- Kesatuan
- Perbandingan
- Urutan
- Irama
- Skala
- Fokus
METODE DESAIN
Metode desain adalah suatu cara
yang dilakukan oleh desainer untuk menghasilkan suatu karya desain. Beberapa
metode yang umum digunakan, antara lain.
- Explosing yaitu mencari inspirasi dengan berpikir secara kritis untuk menghasilkan suatu desain yang belum pernah diciptakan.
- Redefining yaitu mengolah kembali suatu desain agar menjadi bentuk yang berbeda dan lebih baik. Managing yaitu menciptakan desain secara berkelanjutan dan terus-menerus.
- Phototyping yaitu memperbaiki dan atau memodifikasi desain warisan nenek moyang.
- Trendspotting yaitu membuat suatu desain berdasarkan tren yang sedang berkembang.
DESAIN SKENARIO GAME
Kalau dasar untuk pembuatan film
adalah skenario, maka dasar untuk membuat game adalah design documents. Kalau
skenario menentukan interior dan eksterior, dekor, pemain, dan studio, serta
pembuatan trik, dalam desain dokumen ada ketentuan program game, grafik, tokoh,
animasi, suara, dan musik. Sampai di sini keduanya masih paralel. Berbeda
dengan skenario yang merupakan sekuens linier dari adegan, turn around point,
dialog, dan seterusnya; design documents adalah gabungan dokumen yang
mendiskripsikan secara kompleks semua segi game yang direncanakan. Ditambah
lagi, berbeda dengan skenario, tidak bisa secara pasti ditentukan, dokumen apa
saja yang akan ditemukan dalam design documents, karena itu tergantung pada
gaya game yang akan dibuat. Hampir sama seperti pembuatan film dimana penulis
skenario pertama-tama menulis tema, kalau ada produser yang berminat, penulis
skenario membuat sinopsis, dan setelah mendapat persetujuan produser, baru
skenario dibuat, begitu juga prosesnya dalam merencanakan suatu judul game komputer.
Temanya dibuat dulu, kemudian konsep dan akhirnya design documents disusun.
Gambaran seperti ini adalah kondisi yang ideal, tidak semua pengembang melalui
proses ini, walaupun hal itu patut disayangkan.
Konsep seharusnya berguna untuk
memberikan gambaran garis besar tentang cerita, prinsip-prinsip mekanisme game,
dan titik berat untuk gameplay. Karena itu konsep mencakup prinsip-prinsip
dasar, gaya game, kerangka peraturan, sinopsis cerita (kalau ada cerita),
karakteristik game, contoh misi, atau situasi-situasi dalam game dan bisa juga
diferensiasi perangkat pengguna atau ada eek-efek khusus serta akhirnya
unsur-unsur spesifik yang menjadi andalan pencipta. Dalam penutup sinopsis
seharusnya dicantumkan daftar unsur yang unik dan orisinil serta faktor-faktor
yang bisa dijadikan daya jual tinggi bagi judul tersebut. Konsepnya biasanya
ditulis setebal 5-10 halaman. Kalau konsep sudah diterima,
artinya sudah disetujui produser, dinilai positif oleh tim dan sebagainya,
desainer game mulai menulis dengan documents. Dokumen ini tidak baku, selama
pengembangan bisa dimodifikasi atau diperbarui. Itu tidak berarti bahwa design
document tidak perlu dibuat lengkap dan serius. Seperti dalam kalimat pembuka,
semuanya perlu dipertimbangkan dan direncanakan dengan teliti, kalau tidak,
pekerjaan tim bisa mengalami banyak masalah. Apasaja yang tidak direncanakan
dengan baik akan menyebabkan kerugian waktu dan biaya dalam pelaksanaan proyek.
Tentu saja tidak segalanya bisa direncanakan sebelumnya, tetapi menurut teori 80/20,
sekitar 80% pekerjaan bisa berjalan sesuai rencana.
Tidak ada patokan umum apa saja
yang harus menjadi bagian design documents, karena ada banyak perbedaan
tergantung proyeknya. Tetapi dalam satu hal semua dokumen sama, harus
mendeskripsikan game secara kompleks maupun mendetail. Setelah membaca design
document, anda seharusnya memiliki gambaran lengkap tentang produk akhir. Salah
satu dokumen biasanya menjelaskan mekanisme game. Sebagai bagiannya, misalkan
untuk RPG dan strategi, adalah peraturan yang menentukan dan mendiskripsi tipe
objek dalam game berikut karakteristik serta hubungan interaktifnya. Bagian
lain membahas penerapan hukum fisika dalam dunia game dalam arti luas, misalkan
kekuatan alam yang dapat diterapkan dan bagaimana reaksi objek-objek dalam
game. Ada deskripsi lokasi secara lisan maupun dalam sketsa, skenario cerita,
bisa disebutkan diferensiasi perangkat pengguna. Dan sebaiknya ada daftar
monster (untuk RPG fantasi) atau daftar pasukan (untuk strategi). Singkatnya,
dalam struktur dokumen-dokumen ini seharusnya terdapat seluruh materi yang
mencakup seluruh aspek game. Baru berdasarkan design documents yang lengkap
bisa ditulis spesifikasi untuk rancangan engine atau modifikasi engine yang
sudah ada, dan rencana produksi. Bagian akhir dari design documents adalah
catatan-catatan desainer game, di mana dicantumkan misalnya ide-ide susulan
atau perubahan yang dilakukan berdasarkan hasil tes, dan seterusnya.
Link Referensi
http://game-skill.blogspot.com/2008/02/konsep-dan-dokumen-desain.html
http://sap.gunadarma.ac.id/
http://baak.gunadarma.ac.id/
http://v-class.gunadarma.ac.id/
http://softskill.gunadarma.ac.id/
http://staffsite.gunadarma.ac.id/
Komentar
Posting Komentar