PENGGUNAAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM DUNIA BISNIS
Aziz
Setiawan
Jurusan
Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma
ABSTRAK
Internet
dalam bisnis digunakan untuk pertukaran informasi, katalog produk, media
promosi, surat elektronik, bulletin boards, kuesioner elektronik, dan mailing
list. Internet juga bisa digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan konsultasi
dengan konsumen secara on-line, sehingga konsumen dapat dilibatkan secara
proaktif dan interaktif dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan
penjualan produk. Pemasaran lewat internet ada 2 metode, yaitu push dan pull
marketing. Keunggulan strategi bisnis yang dapat diperoleh dari internet adalah
komunikasi global dan interaktif; menyediakan informasi dan pelayanan sesuai
dengan kebutuhan konsumen; meningkatkan kerja sama; memungkinkan untuk membuka
pasar, produk, atau pelayanan baru; serta mengintegrasikan aktivitas secara
on-line. Aplikasi Electronic Commerce ada 2, yaitu: Business-to-Consumer dan
Business-to-Business Commerce. Pembayaran transaksi electronic commerce diatur
dalam Sistem Electronic Funds Transfer, sedangkan keamanan datanya diatur oleh
Secure Socket Layer yang dikembangkan menjadi Secure Electronic Transaction.
Kata Kunci : Bisnis, Internet
PENDAHULUAN
Selama
berabad-abad organisasi telah mengelola knowledge dan teknologi. Terutama pada
masa revolusi industri, terlihat jelas organisasi bisnis mengalami pertumbuhan
pesat akibat adopsi tekno- logi terbaru pada saat itu. Di abad ini, selama
lebih dari tiga dekade, sejak organisasi bisnis menggunakan komputer untuk
kebutuhan pemrosesan data, peng- gunaan teknologi informasi (TI) dalam
organisasi bisnis terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini didukung
dengan timbulnya pemahaman umum bahwa penggunaan TI dalam organisasi akan
mengurangi berbagai biaya akibat adanya efisiensi serta bahwa keberadaan TI
akan membuat organisasi yang memilikinya akan memiliki keunggulan kompetitif
dibandingkan pesaing. Sejak saat itu, organisasi bisnis terus melakukan investasi
besar-besaran pada perangkat TI. Dari tahun 1996 sampai 2000 saja,
perusahaan-perusahaan Amerika Serikat membelanjakan hampir 2 trilyun dolar pada
hardware dan software untuk mengejar peningkatan efisiensi, produktifitas yang
lebih tinggi dan penguatan laba. (Stiroh, 2001) Besarnya investasi yang
dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut tentunya diikuti pula dengan
besarnya ekspektasi akan hasil yang dapat diperoleh atas investasi tersebut.
Investasi yang besar, diharapkan akan membawa peningkatan yang besar terhadap
kinerja atau produktifitas bagi organisasi bisnis tersebut.
Kemajuan
di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi mendukung perkembangan
teknologi internet. Dengan internet pelaku bisnis tidak lagi mengalami
kesulitan dalam memperoleh informasi apapun, untuk menunjang aktivitas
bisnisnya, bahkan sekarang cenderung dapat diperoleh berbagai macam informasi,
sehingga informasi harus disaring untuk mendapatkan informasi yang tepat dan
relevan. Hal tersebut mengubah abad informasi menjadi abad internet. Penggunaan
internet dalam bisnis berubah dari fungsi sebagai alat untuk pertukaran
informasi secara elektronik menjadi alat untuk aplikasi strategi bisnis,
seperti: pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan. Pemasaran di Internet
cederung menembus berbagai rintangan, batas bangsa, dan tanpa aturan-aturan
yang baku. Sedangkan pemasaran konvensional, barang mengalir dalam
partai-partai besar, melalui pelabuhan laut, pakai kontainer, distributor,
lembaga penjamin, importir, dan lembaga bank. Pemasaran konvensional lebih
banyak yang terlibat dibandingkan pemasaran lewat internet. Pemasaran di
internet sama dengan direct marketing, dimana konsumen berhubungan langsung dengan
penjual, walaupun penjualnya berada di luar negeri.
“Pengguna
internet di seluruh dunia berkisar 200 juta, 67 juta diantaranya berada di
Amerika Serikat, internet di Indonesia berlipat dua kali setiap 100 hari”
(Rhenald, 2000). Dari referensi tersebut penggunaan internet untuk aplikasi
strategi bisnis di Indonesia peluangnya cukup besar, tapi banyak orang tidak
menyadari, karena pemain bisnis di Indonesia masih banyak kalangan tua. Menurut
Rhenald "Pasar internet adalah pasar orang muda, bukan orang tua." Dugaan
Rhenald berdasarkan amatan saja "Pengguna internet di Indonesia sekitar
70% berusia 20-an, sekitar 25% usia 30-42- an, sisanya usia di atas itu.
Sedangkan pemain-pemain utama bisnis berusia 45-an ke atas. Mereka adalah
generasi yang terlambat bersentuhan dengan internet, bahkan dengan komputerpun
mereka terlambat" (Rhenald: 1999:23). Untuk memperkuat amatan Rhenald
dapat dilihat pada Gambar 1, 91% pengguna internet berpendidikan SLA ke atas
dengan persentase pengguna SLA yang terbanyak, yaitu: 46%
KAJIAN TEORI
Penggunaan
internet dalam bisnis mengalami perkembangan, dari pertukaran informasi secara
elektronik ke aplikasi strategi bisnis, seperti: pemasaran, penjualan, dan
pelayanan pelanggan.Internet mendukung komunikasi dan kerja sama global antara pegawai, konsumen,
penjual, dan rekan bisnis yang lain. Internet memungkinkan orang dari
organisasi atau lokasi yang berbeda bekerja sama sebagai satu tim virtual untuk
mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan memelihara produk atau pelayanan.
Dengan internet memungkinkan aplikasi Electronic Commerce (EC) dapat digunakan
pada jaringan global, dan biasanya dilengkapi dengan aplikasi pemrosesan
pesanan secara On-line, Electronic Data Interchange (EDI) untuk mengirim
dokumen bisnis, dan keamanan sistem pembayaran Electronic Funds Transfer (EFT).
Akibat internet, pemasaran terhadap perusahaan, produk, dan pelayanan menjadi
proses yang interaktif saat ini. Situs Web perusahaan bukan hanya sekedar
menyajikan katalog produk dan media promosi, melainkan digunakan untuk
berdialog, berdiskusi, dan berkonsultasi dengan konsumen secara On-line,
bulletin boards, kuesioner elektronik, mailing lists, dan pengiriman surat
elektronik. Sehingga konsumen dapat dilibatkan secara langsung dalam
perancangan, pengembangan, pemasaran, dan penjualan produk.
Tujuan
perusahaan membangun situs komersial pada World Wide Web adalah:
- Menarik konsumen baru melalui pemasaran dan periklanan Web.
- Memperbaiki pelayanan konsumen yang sudah ada melalui fungsi pelayanan dan dukungan Web konsumen.
- Mengembangkan saluran pemasaran dan distribusi berdasarkan Web yang baru untuk produk yang sudah ada.
- Mengembangkan informasi baru dari produk yang dapat diakses lewat Web.
Penggunaan Internet Dalam Bisnis
Penggunaan internet
dalam bisnis mengalami perkembangan, dari pertukaran informasi secara
elektronik ke aplikasi strategi bisnis, seperti: pemasaran, penjualan, dan
pelayanan pelanggan. Internet memungkinkan orang dari
organisasi atau lokasi yang berbeda bekerja sama sebagai satu tim virtual untuk
mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan memelihara produk atau pelayanan.
Dengan internet memungkinkan aplikasi Electronic Commerce (EC) dapat digunakan
pada jaringan global, dan biasanya dilengkapi dengan aplikasi pemrosesan
pesanan secara On-line, Electronic Data Interchange (EDI) untuk mengirim
dokumen bisnis, dan keamanan sistem pembayaran Electronic Funds Transfer (EFT).
Akibat internet, pemasaran terhadap perusahaan, produk, dan pelayanan menjadi
proses yang interaktif saat ini. Situs Web perusahaan bukan hanya sekedar
menyajikan katalog produk dan media promosi, melainkan digunakan untuk berdialog,
berdiskusi, dan berkonsultasi dengan konsumen secara On-line, bulletin boards,
kuesioner elektronik, mailing lists, dan pengiriman surat elektronik. Sehingga
konsumen dapat dilibatkan secara langsung dalam perancangan, pengembangan,
pemasaran, dan penjualan produk
Keuntungan Berbisnis Lewat Internet
“The
internet provides a synthesis of computing and communication capabilities that
adds value to every part of the business cycle” (Cronin,1995). Keuntungan yang
diperoleh dari berbisnis lewat internet dapat dilihat pada Gambar 5, merupakan
kesimpulan yang diperoleh bisnis lewat internet dari 100 perusahaan pengguna
internet peringkat tertinggi. Dari Gambar 5 juga dapat dilihat persentase
tertinggi adalah penghematan biaya (35%), karena aplikasi yang diterapkan pada
teknologi internet lebih murah untuk dikembangkan, dioperasikan, dan dirawat,
jika dibandingkan dengan sistem tradisional. Contoh: American Airlines
menghemat biaya konsumen support, setelah pembuatan situs Web dibandingkan
biaya telepon (Gow, 1997)
Keuntungan Yang Diperoleh Konsumen Dari Internet
“The
driving force behind world economic growth has changed from manufacturing
volume to improving konsumen value. As a result, the key success factor for
many firms is maximizing konsumen value” (Cronin, 1995). Untuk beberapa
perusahaan, keuntungan yang diperoleh dari internet ditimbulkan dari kemampuan
menjaga loyalitas konsumen, mengantisipasi kebutuhan konsumen mendatang,
menanggapi kepedulian konsumen, dan memperbaiki pelayanan konsumen. Dari sudut
pandang konsumen, perusahaan secara konsisten dapat memberikan yang terbaik,
dengan menjaga kebutuhan masing-masing konsumen, mempertahankan kecenderungan
pasar, menyediakan informasi yang ada hubungannya secara menarik,
sewaktu-waktu, dimana saja dalam beberapa media, dan menyediakan pelayanan
sesuai dengan kebutuhan konsumen. Hal tersebut di atas menunjukkan alasan
kenapa begitu banyak perusahaan berinvestasi pada teknologi informasi cukup
tinggi dan sistem komplek yang saling tersambung dengan jaringan komputer,
mengingat perusahaan sedang mencari konsumennya lewat internet. Karena
kebutuhan konsumen berkembang sangat cepat, perusahaan berharap dapat
berkomunikasi dengan konsumennya lewat internet. Sehingga internet menjadi
strategi dan memberi kesempatan kepada perusahaan besar dan kecil untuk
menawarkan secara cepat dengan biaya murah, menanggapi produk dan pelayanan
dengan kualitas tinggi sesuai dengan kebutuhan konsumen. Internet membuat
channel baru untuk komunikasi interaktif antara kosumen, penjual, dan rekan
bisnis lainnya. Hal ini memungkinkan perusahaan berinteraksi dan bekerja sama
secara terus menerus dalam pengembangan produk, pemasaran, pengiriman,
pelayanan, dan dukungan teknik.
Usulan
Untuk
beberapa perusahaan, keuntungan yang diperoleh dari internet ditimbulkan dari
kemampuan menjaga loyalitas konsumen, mengantisipasi kebutuhan konsumen
mendatang, menanggapi kepedulian konsumen, dan memperbaiki pelayanan konsumen.
Dari sudut pandang konsumen, perusahaan secara konsisten dapat memberikan yang
terbaik, dengan menjaga kebutuhan masing-masing konsumen, mempertahankan
kecenderungan pasar, menyediakan informasi yang ada hubungannya secara menarik,
sewaktu-waktu, dimana saja dalam beberapa media, dan menyediakan pelayanan
sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Hal
tersebut di atas menunjukkan alasan kenapa begitu banyak perusahaan
berinvestasi pada teknologi informasi cukup tinggi dan sistem komplek yang
saling tersambung dengan jaringan komputer, mengingat perusahaan sedang mencari
konsumennya lewat internet. Karena kebutuhan konsumen berkembang sangat cepat,
perusahaan berharap dapat berkomunikasi dengan konsumennya lewat internet.
Sehingga internet menjadi strategi dan memberi kesempatan kepada perusahaan
besar dan kecil untuk menawarkan secara cepat dengan biaya murah, menanggapi
produk dan pelayanan dengan kualitas tinggi sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Hasil evaluasi
Jumlah
pengakses internet di Indonesia baru mencapai sekitar 3% penduduk Indonesia.
Persentase tersebut relatif kecil sekali dibandingkan dengan negara asia-
pasific yang lain. Padahal negara asia-pasific harus sudah memasuki pasar bebas
pada tahun 2003. Penggunaan internet untuk keperluan bisnis di Indonesia baru
43%, mengingat pemain-pemain utama bisnis berusia 45-an ke atas tidak menyadari
keuntungan internet dalam bisnis, sedangkan pengguna internet di Indonesia
kebanyakan dari SLA, yaitu sebesar 46%. Internet dalam bisnis dapat digunakan
bukan hanya sekedar untuk pertukaran informasi, katalog produk, media promosi,
dan surat elektronik saja. Tapi juga bisa digunakan untuk berdialog,
berdiskusi, dan konsultasi dengan konsumen secara on- line, bulletin boards,
kuesioner elektronik, mailing list. Sehingga konsumen dapat dilibatkan secara
proaktif dan interaktif dalam perancangan, pengembangan, pemasaran, dan
penjualan produk. Pemasaran lewat internet ada 2 metode, yaitu Push dan Pull
Marketing. Keuntungan yang dapat diperoleh dari berbisnis lewat internet adalah
penghematan biaya mencapai 35%, pelayanan konsumen mencapai 32%, peningkatkan
penghasilan mencapai 18%, pemasaran mencapai 13%, dan lain-lain mencapai 2%.
Sedangkan keunggulan strategi bisnis dalam memenangkan kompetisi yang dapat
diperoleh adalah komunikasi global dalam bisnis menjadi benar-benar hidup,
lebih cepat, murah, dan mudah; komunikasi interaktif sebagai sarana untuk
menunjukkan perhatian perusahaan kepada konsumennya; menyediakan informasi dan
pelayanan sesuai dengan kebutuhan masing-masing konsumen; mengingkatkan kerja
sama antara tim; EC memungkinkan untuk membuka pasar, produk, atau pelayanan
baru; dapat mengintegrasikan aktivitas di luar dan proses bisnis di dalam
perusahaan secara on-line
PENUTUP
Internet
membuat channel baru untuk komunikasi interaktif antara kosumen, penjual, dan
rekan bisnis lainnya. Hal ini memungkinkan perusahaan berinteraksi dan bekerja
sama secara terus menerus dalam pengembangan produk, pemasaran, pengiriman,
pelayanan, dan dukungan teknik. Perusahaan yang bekerja menggunakan internet
mengintegrasikan aktivitas di luar dengan proses bisnis di dalam perusahaan secara
online. Sebagai contoh: situs Web perusahaan tersambung dengan database
operasional yang tersimpan pada Server Web Intranet, sehingga pengunjung situs
Web perusahaan tersebut dalam memperoleh informasi lebih detil, up-to-date, dan
dapat digunakan untuk mendukung aplikasi EC. Sehingga keuntungan perusahaan
dari teknologi internet timbul dari efisiensi dan inovasi proses di dalam dan
luar perusahaan.
Komentar
Posting Komentar